Friday, August 29, 2014

Pelesir ke Dubai, Wisatawan Indonesia Senang Belanja

 Jauh-jauh ke Dubai, Uni Emirat Arab, wisatawan Indonesia memilih untuk berwisata belanja. Memang, ada beberapa destinasi di Dubai yang cocok untuk penggemar belanja. "Turis dari Indonesia ke Dubai biasanya senang berbelanja. Mereka belanja habis-habisan," kata Manager Sales and Marketin Super Jet Travel and Holidays Maria Rowena Javier, saat ditemui di Jakarta, Jumat (29/8/2014).



Super Jet sendiri merupakan salah satu biro perjalanan terbesar di Uni Emirat Arab yang menjual paket-paket wisata Dubai dan sekitarnya ke banyak biro perjalanan wisata di Indonesia. Tempat belanja favorit antara lain Dubai Mall, Mall of Emirates, dan Deira City Centre. Ada pula outlet kecil dan pasar. Dubai Mall sendiri merupakan mal terbesar di dunia. 

Maria menjelaskan bahwa wisatawan Indonesia merupakan salah satu target pasar terbesar Uni Emirat Arab (UEA), khususnya Dubai. Sebab, Dubai memang destinasi favorit wisatawan Indonesia saat berkunjung ke UEA. Menurut Maria, wisatawan Indonesia masuk dalam 20 besar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Dubai. Di peringkat pertama adalah Arab Saudi. Kemudian disusul India, Tiongkok, dan Rusia. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Dubai Department of Tourism Commerce Marketing. 

"Untuk di Asia, Indonesia termasuk yang besar, selain Tiongkok dan Filipina," katanya. 

Oleh karena itu, Indonesia dipandang sebagai target pasar yang potensial untuk pariwisata Dubai. Tak heran, adanya kesamaan agama, membuat orang Indonesia memilih Dubai sebagai destinasi wisata. "Di Dubai tentu saja semua serba halal," tambah Maria. 




Selain itu, Dubai juga merupakan destinasi wisata transit bagi orang Indonesia. Maria mengungkapkan banyak orang yang pergi Umroh atau Haji, saat kembali dan transit di Dubai, menambah hingga 2 sampai 3 malam di Dubai untuk pelesiran. 

Sementara itu, General Manager Jakarta EXpress Kim Fang menuturkan bahwa memang terjadi peningkatan pembelian paket wisata Dubai oleh para wisatawan Indonesia. "Sudah dari lama ada penjualan, tapi setahun paling dua sampai tiga grup," tuturnya.  Namun, Kim mengakui ada sekitar 20 perjalanan yang terjual selama tahun 2013. Angka ini sudah termasuk rombongan incentive, grup besar dan kecil, keluarga, pasangan, maupun individu.